Pengertian Psikoterapi dan Tujuan serta unsur-unsur psikoterapi

Dalam Oxford English Dictionary perkataan psychotherapy tidak tercantum, tetapi ada perkataan “psychotherapeutic” yang di artikan sebagai perawatan terhadap sesuatu penyakit dengan mempergunakan teknis psikologis untuk melakukan intervensi psikis.
dengan demikian perawatan menggunakan teknik psikoterapi adalah perawatan yang secara umum menggunakan intervensi psikis dengan pendekatan psikologis terhadap pasien yang mengalami gangguan psikis atau hambatan kepribadian.
sementara pengertian psikoterapi menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

  1. Menurut Wolberg (1954), psikoterapi adalah suatu bentuk dari perawatan (treatment) terhadap masalah-masalah yang dasarnya emosi, dimana seseorang yang terlatih dengan seksama membentuk hubungan profesional dengan pasien dengan tujuan memindahkan, mengubah atau mencegah munculnya gejala dan menjadi perantara untuk menghilangkan pola-pola perilaku yang terhambat.
  2. Menurut Whitaker dan Malone (1953), psikoterapi adalah semua upaya untuk mempercepat pertumbuhan manusia sebagai pribadi

banyak contoh kasus yang menunjukan adanya perbedaan tujuan dalam psikoterapi, dan karena itu juga ada kekhususan penggunaan metode, sistem, dan teknik yang dipakai. berikut ini akan diuraikan beberapa tujuan dalam psikoterapi secara khusus dari beberapa metode dan teknik psikoterapi yang banyak peminatnya:

  1. Tujuan psikoterapi menggunakan pendekatan psikodinamika menurut Ivey, et al (1987) adalah membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. rekonstruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
  2. Tujuan psikoterapi mengunakan teknik Gesalt menurut Corey (1991) adalah memperoleh pemahaman mengenai saat-saat dari pengalamannya. untuk merangsangnya menerima tanggung jawab.

Menurut Masserman (dalam Maulany, 1997) telah melaporkan delapan “parameter pengaruh” dasar yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi. Dalam hal ini termasuk :

  1. Peran sosial (“martabat”) psikoterapis
  2. Hubungan (persekutuan terapeutik
  3. Hak
  4. Retrospeksi
  5. Re-edukasi
  6. Rehabilitasi
  7. Resosialisasi
  8. Rekapitulas

Sumber:

Buku Psikologi Klinis, Suprapti Slamet I.S- Sumarmo Markam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s